"Quadruple Celebration": Mengawali Semester Genap dengan Taburan Barakah di Khozinatul Ulum
BLORA – Rabu, 7 Januari 2026, Aula MA Khozinatul Ulum Blora hari ini saksi bisu sebuah perhelatan agung yang jarang terjadi. Dalam satu nafas, seluruh keluarga besar madrasah dan pesantren tumpah ruah merayakan empat momentum bersejarah sekaligus: Pembukaan Semester Genap, Khataman Al-Qur'an, Peringatan Isra’ Mi’raj, dan Harlah Pondok Pesantren Khozinatul Ulum, yang semuanya dibalut dalam semangat Hari Amal Bhakti (HAB) Kemenag RI ke-80 bertepatan MA Khozinatul Ulum menjadi tilok khataman ke 73 dalam momen tersebut. Suasana khidmat langsung terasa sejak pagi, para murid bersimpuh rapi, melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dikhatamkan secara massal sebagai gerbang pembuka keberkahan di semester baru.
Khataman Al-Qur'an ini bukan sekadar tradisi, melainkan "bensin" spiritual bagi siswa dan guru. Dengan tuntasnya 30 juz yang dibaca bersama, diharapkan segala aktivitas KBM di semester 2 ini berjalan lancar. Doa-doa yang dipanjatkan juga dikhususkan untuk para pendiri pesantren dalam rangka Harlah Pesantren Khozinatul Ulum, sebagai bentuk takzim kepada para Masyayikh yang telah meletakkan batu pertama perjuangan ilmu di bumi Blora.
Peringatan tahun ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan usia Windu Kedelapan Kemenag RI. Semangat "Ikhlas Beramal" nampak nyata dalam kolaborasi antara program madrasah dan pesantren. Sebagai lembaga di bawah naungan Kemenag, peringatan ini menjadi momentum untuk mempertegas komitmen Khozinatul Ulum dalam mencetak generasi santri yang moderat, cerdas, dan religius.
Di tengah kemeriahan Harlah dan HAB, esensi spiritual tetap dijaga melalui peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Tausiyah yang disampaikan oleh KH. Drs. Muntasrip, mengajak para santri untuk merefleksikan kedisiplinan shalat sebagai kunci sukses dalam belajar. "Jika perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Sidratul Muntaha adalah puncak spiritual, maka perjalanan kalian dari asrama ke kelas adalah puncak intelektual yang harus dijalani dengan sabar," . Shalat adalah bentuk ikhtiyar kedisiplinan, maka kita sebagai penerus harus meneladani uswah hasanah Nabi kita. Selain kedisiplinan, tanggung jawab kita sebagai murid yaitu belajar sebagai prioritas, tekun belajar akan membawa keberkahan di masa depan.
Acara puncak ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur atas usia pesantren yang semakin matang dan pengabdian Kemenag yang semakin luas. Kebahagiaan terpancar dari wajah para santri yang kini siap menghadapi tantangan di semester genap.
Dengan bekal doa dari khataman, inspirasi dari Isra' Mi'raj, dan semangat pengabdian dari HAB Kemenag serta Harlah Pesantren, MA Khozinatul Ulum siap melaju lebih cepat untuk mengukir prestasi gemilang di tahun ini. Aaamiin.